Selasa, 08 Juli 2014

BAB IV

KONSERVASI ARSITEKTUR 
BAB IV

USULAN PENANGANAN PELESTARIAN KAWASAN SETU BABAKAN

4.1       Usulan
Agar Cagar Budaya ini tetap hidup harus terus dipublikasikan baik media cetak maupun elektronik dan menarik banyak masyarakat dan komunitas untuk berkunjung dan melestarikannya, salah satunya dengan lebih banyak menggelar kesenian – kesenian dan event khas Betawi yang diolah agar menarik khususnya untuk generasi muda dan menjadikannya pusat rekreasi seni, wisata dan edukasi. Cagar Budaya Betawi seperti ini harus banyak dikembangkan di kawasan – kawasan lain.
Disamping itu perlu diperketat peraturan dan pengawasan zoning lahan, agar pembangunan kota di sekitar kawasan tidak berbenturan dan merusak tatanan Cagar Budaya.

Senin, 07 Juli 2014

KONSERVASI ARSITEKTUR

KONSERVASI CAGAR BUDAYA SETU BABAKAN
(BAB III)

Ada apa saja di Setu Babakan sekarang?
Bisa dilihat dari siteplan zonasi wisata. Siteplan ini menggambarkan situasi  yang ada di Setu Babakan sekarang, diluar pengembangan baru rencana induk tata lahan wisata yang tengah dilakukan pengelola Setu Babakan. Dalam pengembangannya semua fasilitas akan makin menarik untuk dinikmati dan dikunjungi nantinya.

 



                                                 view kawasan setu babakan


Setu Babakan adalah sebuah kawasan perkampungan yang ditetapkan Pemerintah Jakarta sebagai tempat pelestarian dan pengembangan budaya Betawi secara berkesinambungan. Perkampungan yang terletak di selatan Kota Jakarta ini merupakan salah satu objek wisata yang menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana khas pedesaan atau menyaksikan budaya Betawi asli secara langsung. Di perkampungan ini, masyarakat Setu Babakan masih mempertahankan budaya dan cara hidup khas Betawi,  memancing, bercocok tanam, berdagang, membuat kerajinan tangan, dan membuat makanan khas Betawi. Melalui cara hidup inilah, mereka aktif menjaga lingkungan dan meningkatkan taraf hidupnya.
Setu Babakan adalah kawasan hunian yang memiliki nuansa yang masih kuat dan murni baik dari sisi budaya, seni pertunjukan, jajanan, busana,, rutinitas keagamaan, maupun bentuk rumah Betawi. Dari perkampungan yang luasnya 289 Hektar, 65 hektar di antaranya adalah milik pemerintah di mana yang baru dikelola hanya 32 hektar. Perkampungan  ini didiami setidaknya 3.000 kepala keluarga. Sebagian besar penduduknya adalah orang asli Betawi yang sudah turun temurun tinggal di daerah tersebut. Sedangkan sebagian kecil lainnya adalah para pendatang, seperti pendatang dari Jawa Barat, jawa tengah, Kalimantan, dll yang sudah tinggal lebih dari 30 tahun di daerah ini.
Wisata kampoeng budaya yang disajikan antara lain arsitektur rumah khas Betawi yang dibagi menjadi 3 macam, pertama rumah Betawi gudang atau kandang, kedua rumah Betawi Kebaya atau Bapang, dan yang ketiga adalah rumah Joglo, bangunan masjid dan rumah-rumah kampung, bahkan warung kios makanan juga tak luput dari karakter arsitektural betawi berhiaskan langkan dan lisplang gigi balang.
Rumah tradisional Betawi ditinjau dari tata letak dan fungsinya, cenderung bersifat simetris, hal ini dapat dilihat dari letak pintu masuk dan pintu belakang yang sejajar dan membentuk garis lurus. 
1      1.  Rumah Bapang,
ciri khas rumah ini mempunyai serambi yang cukup luas dan berfungsi sebagai ruang tamu dan bale tempat santai untuk pemilik rumah, ruang semi terbuka hanya di batasi pagar setinggi 80 cm dan biasanya lantainya lebih tinggi dari permukaan tanah dan terdapat tangga terbuat dari batubata di semen paling banyak 3 anak tangga sabagai jalan masuk menuju rumah. Rumah bapang berbentuk sederhana kotak atau bujursangkar sama sisi.


Denah Rumah Bapang Betawi


2.    Rumah Gudang,
rumah tradisional betawi ini berdiri di atas tanah yang berbentuk persegi panjang, rumahnya memanjang depan ke belakang. Atap rumahnya tampak seperti pelana kuda atau perisai, dan di bagian muka rumah terdapat atap kecil.


Contoh rumah Gudang Betawi

Bentuk Langgam

Ragam Hias rumah tradisional Betawi berbentuk sederhana berupa ukiran pada kayu dengan motif-motif geometris seperti titik, segi empat, belah ketupat, segi tiga, lengkung, setengah lingkaran, lingkaran dan biasanya diterapkan pada lubang angin, kusen, daun pintu, jendela, tiang, dinding ruang depan, listplank, garde (pembatas ruang tengah dengan ruang depan) dan pagar pada serambi yang dibuat dari bambu atau kayu yang dibentuk secara ornamentik. Dekorasi merupakan salah satu unsur arsitektural yang paling penting pada arsitektur rumah tinggal Betawi.
Berdasarkan pola visual yang ditemukan pada rumah Betawi, ragam hias tersebut mempunyai nama sesuai tempat hiasan itu di terapkan seperti Pucuk Rembung, Cempaka, Swastika, Matahari, Kipas, Jambu Mede, Delima Flora, dan Gigi Balang.

Keunikan dan ciri khas dari rumah betawi terletak pada lisplank rumah tersebut, terdapat hiasan terbuat dari material kayu papan yang diukir dengan ornamen segitiga berjajar yang diberi nama gigi balang. Dinding bagian depan dari rumah ini biasanya bersistem knock down atau bisa di bongkar pasang berguna jika pemilik rumah menyelenggarakan hajatan dan membutuhkan ruangan yang lebih luas.
Jika ditelaah, bagian-bagian rumah adat Betawi juga mencerminkan sistem hirearki. Ruang-ruang yang ada di bagian depan rumah merupakan area semi publik, sedangkan ruangan yang letaknya di bagian dalam rumah merupakan area privat. Adapun bagian-bagian tersebut antara lain:
  1. Teras depan tempat kursi untuk tetamu serta bale-bale untuk bersantai dikenal juga dengan nama Amben. Ruang ini banyak digunakan oleh anggota keluarga.
  2. Lantai pada teras depan ini diberi nama Gejogan. Ia wajib dibersihkan sebagai wujud penghormatan pada tamu. Gejogan atau lantai teras ini dianggap sakral oleh masyarakat Betawi sebab berhubungan langsung dengan tangga bernama balaksuji, pengubung rumah dengan area luar.
  3. Ruangan selanjutnya adalah kamar tamu yang juga dikenal dengan nama Paseban.
  4. Bagian selanjutnya dari rumah adat Betawi ini adalah Pangkeng. Ia merupakan ruang keluarga yang dipisahkan oleh dinding-dinding kamar.
  5. Selanjutnya adalah ruang-ruang lain yang difungsikan sebagai ruang tidur.
  6. Terakhir adalah dapur yang letaknya paling belakang. Dapur bagi orang Betawi dikenal dengan nama Srondoyan.
SUMBER:




Ada apa saja di Setu Babakan sekarang?
Bisa dilihat dari siteplan zonasi wisata. Siteplan ini menggambarkan situasi  yang ada di Setu Babakan sekarang, diluar pengembangan baru rencana induk tata lahan wisata yang tengah dilakukan pengelola Setu Babakan. Dalam pengembangannya semua fasilitas akan makin menarik untuk dinikmati dan dikunjungi nantinya.

Setu Babakan adalah sebuah kawasan perkampungan yang ditetapkan Pemerintah Jakarta sebagai tempat pelestarian dan pengembangan budaya Betawi secara berkesinambungan. Perkampungan yang terletak di selatan Kota Jakarta ini merupakan salah satu objek wisata yang menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana khas pedesaan atau menyaksikan budaya Betawi asli secara langsung. Di perkampungan ini, masyarakat Setu Babakan masih mempertahankan budaya dan cara hidup khas Betawi,  memancing, bercocok tanam, berdagang, membuat kerajinan tangan, dan membuat makanan khas Betawi. Melalui cara hidup inilah, mereka aktif menjaga lingkungan dan meningkatkan taraf hidupnya.
Setu Babakan adalah kawasan hunian yang memiliki nuansa yang masih kuat dan murni baik dari sisi budaya, seni pertunjukan, jajanan, busana,, rutinitas keagamaan, maupun bentuk rumah Betawi. Dari perkampungan yang luasnya 289 Hektar, 65 hektar di antaranya adalah milik pemerintah di mana yang baru dikelola hanya 32 hektar. Perkampungan  ini didiami setidaknya 3.000 kepala keluarga. Sebagian besar penduduknya adalah orang asli Betawi yang sudah turun temurun tinggal di daerah tersebut. Sedangkan sebagian kecil lainnya adalah para pendatang, seperti pendatang dari Jawa Barat, jawa tengah, Kalimantan, dll yang sudah tinggal lebih dari 30 tahun di daerah ini.
Wisata kampoeng budaya yang disajikan antara lain arsitektur rumah khas Betawi yang dibagi menjadi 3 macam, pertama rumah Betawi gudang atau kandang, kedua rumah Betawi Kebaya atau Bapang, dan yang ketiga adalah rumah Joglo, bangunan masjid dan rumah-rumah kampung, bahkan warung kios makanan juga tak luput dari karakter arsitektural betawi berhiaskan langkan dan lisplang gigi balang.
Rumah tradisional Betawi ditinjau dari tata letak dan fungsinya, cenderung bersifat simetris, hal ini dapat dilihat dari letak pintu masuk dan pintu belakang yang sejajar dan membentuk garis lurus.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxqO1GsnfoOzGr9oy4jUm_Thpam61C-L6umVuhS5DaVF3XnaFauGxxwQmcrDw7xXzts61JJKXUjT46m1oN9SmfBKl6RxZ2CvpxTFTHe6bMRVlief542TTtaktBGSXUJ4qxhAVCa7yvP3U/s1600/rumah-gudang-betawi.jpgdenah rumah gudang betawi







Contoh rumah Gudang Betawi



1.  Rumah Bapang,
ciri khas rumah ini mempunyai serambi yang cukup luas dan berfungsi sebagai ruang tamu dan bale tempat santai untuk pemilik rumah, ruang semi terbuka hanya di batasi pagar setinggi 80 cm dan biasanya lantainya lebih tinggi dari permukaan tanah dan terdapat tangga terbuat dari batubata di semen paling banyak 3 anak tangga sabagai jalan masuk menuju rumah. Rumah bapang berbentuk sederhana kotak atau bujursangkar sama sisi.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIPvF8pdZnSJL9WuI0KmQq6ZR2v29GrFTA9lon-V9Gv9ufTF1hUxu-G6a-ja_KYhfanohL5e14G_Ec5Qw0hB9z_Q6YET8ataOWMJcbNuQ3Bgd0e4dKgv4MwRnvP30LDTt1aqRUIEViMp8/s320/denah-rumah-bapang-betawi.jpgRumah Bapang Betawi










Denah Rumah Bapang Betawi
2.    Rumah Gudang,
rumah tradisional betawi ini berdiri di atas tanah yang berbentuk persegi panjang, rumahnya memanjang depan ke belakang. Atap rumahnya tampak seperti pelana kuda atau perisai, dan di bagian muka rumah terdapat atap kecil. 
Bentuk Langgam
Ragam Hias rumah tradisional Betawi berbentuk sederhana berupa ukiran pada kayu dengan motif-motif geometris seperti titik, segi empat, belah ketupat, segi tiga, lengkung, setengah lingkaran, lingkaran dan biasanya diterapkan pada lubang angin, kusen, daun pintu, jendela, tiang, dinding ruang depan, listplank, garde (pembatas ruang tengah dengan ruang depan) dan pagar pada serambi yang dibuat dari bambu atau kayu yang dibentuk secara ornamentik. Dekorasi merupakan salah satu unsur arsitektural yang paling penting pada arsitektur rumah tinggal Betawi.
Berdasarkan pola visual yang ditemukan pada rumah Betawi, ragam hias tersebut mempunyai nama sesuai tempat hiasan itu di terapkan seperti Pucuk Rembung, Cempaka, Swastika, Matahari, Kipas, Jambu Mede, Delima Flora, dan Gigi Balang.

Keunikan dan ciri khas dari rumah betawi terletak pada lisplank rumah tersebut, terdapat hiasan terbuat dari material kayu papan yang diukir dengan ornamen segitiga berjajar yang diberi nama gigi balang. Dinding bagian depan dari rumah ini biasanya bersistem knock down atau bisa di bongkar pasang berguna jika pemilik rumah menyelenggarakan hajatan dan membutuhkan ruangan yang lebih luas.
Jika ditelaah, bagian-bagian rumah adat Betawi juga mencerminkan sistem hirearki. Ruang-ruang yang ada di bagian depan rumah merupakan area semi publik, sedangkan ruangan yang letaknya di bagian dalam rumah merupakan area privat. Adapun bagian-bagian tersebut antara lain:
  1. Teras depan tempat kursi untuk tetamu serta bale-bale untuk bersantai dikenal juga dengan nama Amben. Ruang ini banyak digunakan oleh anggota keluarga.
  2. Lantai pada teras depan ini diberi nama Gejogan. Ia wajib dibersihkan sebagai wujud penghormatan pada tamu. Gejogan atau lantai teras ini dianggap sakral oleh masyarakat Betawi sebab berhubungan langsung dengan tangga bernama balaksuji, pengubung rumah dengan area luar.
  3. Ruangan selanjutnya adalah kamar tamu yang juga dikenal dengan nama Paseban.
  4. Bagian selanjutnya dari rumah adat Betawi ini adalah Pangkeng. Ia merupakan ruang keluarga yang dipisahkan oleh dinding-dinding kamar.
  5. Selanjutnya adalah ruang-ruang lain yang difungsikan sebagai ruang tidur.
  6. Terakhir adalah dapur yang letaknya paling belakang. Dapur bagi orang Betawi dikenal dengan nama Srondoyan.
Sumber :
http://kesetubabakannyok.wordpress.com/kabar/