KONSERVASI CAGAR BUDAYA SETU BABAKAN
(BAB III)
Ada apa saja di Setu Babakan sekarang?
Bisa
dilihat dari siteplan zonasi wisata. Siteplan ini menggambarkan situasi
yang ada di Setu Babakan sekarang, diluar pengembangan baru rencana
induk tata lahan wisata yang tengah dilakukan pengelola Setu Babakan.
Dalam pengembangannya semua fasilitas akan makin menarik untuk dinikmati
dan dikunjungi nantinya.
view kawasan setu babakan
Setu
Babakan adalah sebuah kawasan perkampungan yang ditetapkan Pemerintah
Jakarta sebagai tempat pelestarian dan pengembangan budaya Betawi secara
berkesinambungan. Perkampungan yang terletak di selatan Kota Jakarta
ini merupakan salah satu objek wisata yang menarik bagi wisatawan yang
ingin menikmati suasana khas pedesaan atau menyaksikan budaya Betawi
asli secara langsung. Di perkampungan ini, masyarakat Setu Babakan masih
mempertahankan budaya dan cara hidup khas Betawi, memancing, bercocok
tanam, berdagang, membuat kerajinan tangan, dan membuat makanan khas
Betawi. Melalui cara hidup inilah, mereka aktif menjaga lingkungan dan
meningkatkan taraf hidupnya.
Setu
Babakan adalah kawasan hunian yang memiliki nuansa yang masih kuat dan
murni baik dari sisi budaya, seni pertunjukan, jajanan, busana,,
rutinitas keagamaan, maupun bentuk rumah Betawi. Dari perkampungan yang
luasnya 289 Hektar, 65 hektar di antaranya adalah milik pemerintah di
mana yang baru dikelola hanya 32 hektar. Perkampungan ini didiami
setidaknya 3.000 kepala keluarga. Sebagian besar penduduknya adalah
orang asli Betawi yang sudah turun temurun tinggal di daerah tersebut.
Sedangkan sebagian kecil lainnya adalah para pendatang, seperti
pendatang dari Jawa Barat, jawa tengah, Kalimantan, dll yang sudah
tinggal lebih dari 30 tahun di daerah ini.
Wisata
kampoeng budaya yang disajikan antara lain arsitektur rumah khas Betawi
yang dibagi menjadi 3 macam, pertama rumah Betawi gudang atau kandang,
kedua rumah Betawi Kebaya atau Bapang, dan yang ketiga adalah rumah
Joglo, bangunan masjid dan rumah-rumah kampung, bahkan warung kios
makanan juga tak luput dari karakter arsitektural betawi berhiaskan
langkan dan lisplang gigi balang.
Rumah
tradisional Betawi ditinjau dari tata letak dan fungsinya, cenderung
bersifat simetris, hal ini dapat dilihat dari letak pintu masuk dan
pintu belakang yang sejajar dan membentuk garis lurus.
1 1. Rumah Bapang,
ciri
khas rumah ini mempunyai serambi yang cukup luas dan berfungsi sebagai
ruang tamu dan bale tempat santai untuk pemilik rumah, ruang semi
terbuka hanya di batasi pagar setinggi 80 cm dan biasanya lantainya
lebih tinggi dari permukaan tanah dan terdapat tangga terbuat dari
batubata di semen paling banyak 3 anak tangga sabagai jalan masuk menuju
rumah. Rumah bapang berbentuk sederhana kotak atau bujursangkar sama
sisi.
Denah Rumah Bapang Betawi
2. Rumah Gudang,
rumah
tradisional betawi ini berdiri di atas tanah yang berbentuk persegi
panjang, rumahnya memanjang depan ke belakang. Atap rumahnya tampak
seperti pelana kuda atau perisai, dan di bagian muka rumah terdapat atap
kecil.
Contoh rumah Gudang Betawi
Bentuk Langgam
Ragam
Hias rumah tradisional Betawi berbentuk sederhana berupa ukiran pada
kayu dengan motif-motif geometris seperti titik, segi empat, belah
ketupat, segi tiga, lengkung, setengah lingkaran, lingkaran dan biasanya
diterapkan pada lubang angin, kusen, daun pintu, jendela, tiang,
dinding ruang depan, listplank, garde (pembatas ruang tengah dengan ruang depan)
dan pagar pada serambi yang dibuat dari bambu atau kayu yang dibentuk
secara ornamentik. Dekorasi merupakan salah satu unsur arsitektural yang
paling penting pada arsitektur rumah tinggal Betawi.
Berdasarkan
pola visual yang ditemukan pada rumah Betawi, ragam hias tersebut
mempunyai nama sesuai tempat hiasan itu di terapkan seperti Pucuk Rembung, Cempaka, Swastika, Matahari, Kipas, Jambu Mede, Delima Flora, dan Gigi Balang.
Keunikan
dan ciri khas dari rumah betawi terletak pada lisplank rumah tersebut,
terdapat hiasan terbuat dari material kayu papan yang diukir dengan
ornamen segitiga berjajar yang diberi nama gigi balang.
Dinding bagian depan dari rumah ini biasanya bersistem knock down atau
bisa di bongkar pasang berguna jika pemilik rumah menyelenggarakan
hajatan dan membutuhkan ruangan yang lebih luas.
Jika
ditelaah, bagian-bagian rumah adat Betawi juga mencerminkan sistem
hirearki. Ruang-ruang yang ada di bagian depan rumah merupakan area semi
publik, sedangkan ruangan yang letaknya di bagian dalam rumah merupakan
area privat. Adapun bagian-bagian tersebut antara lain:
- Teras
depan tempat kursi untuk tetamu serta bale-bale untuk bersantai dikenal
juga dengan nama Amben. Ruang ini banyak digunakan oleh anggota
keluarga.
- Lantai
pada teras depan ini diberi nama Gejogan. Ia wajib dibersihkan sebagai
wujud penghormatan pada tamu. Gejogan atau lantai teras ini dianggap
sakral oleh masyarakat Betawi sebab berhubungan langsung dengan tangga
bernama balaksuji, pengubung rumah dengan area luar.
- Ruangan selanjutnya adalah kamar tamu yang juga dikenal dengan nama Paseban.
- Bagian selanjutnya dari rumah adat Betawi ini adalah Pangkeng. Ia merupakan ruang keluarga yang dipisahkan oleh dinding-dinding kamar.
- Selanjutnya adalah ruang-ruang lain yang difungsikan sebagai ruang tidur.
- Terakhir adalah dapur yang letaknya paling belakang. Dapur bagi orang Betawi dikenal dengan nama Srondoyan.
SUMBER:
http://kesetubabakannyok.wordpress.com/kabar/