TELAAH PUSTAKA
Cagar
Budaya Betawi
Pada tahun 2004, Kampung Setu Babakan telah dijadikan sebagai Cagar Budaya Betawi oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Bung Yos panggilan akrab Bapak Sutiyoso. Mengapa Kampung Setu Babakan yang dijadikan cagar budaya? Masyarakat yang tinggal di sekitarnya masih mempertahankan dan melestarikan budaya dan cara hidup khas suku Betawi, mulai dari bangunan, dialek bahasa, seni tari, musik, drama, makanan khas, dan sebagainya.
Wisata Budaya
Betawi
Di area wisata Kampung Setu Babakan banyak terdapat pedagang yang menjual makanan khas Betawi, seperti ketupat nyiksa, kerak telor, ketupat sayur, laksa, soto betawi, roti buaya, bir pletok , nasi uduk, kue apem, toge goring, dan masih banyak lagi lainnya.
Enggak cuma banyak jajanan aja, di
Kampung Setu Babakan juga menggelar pertunjukan seni budaya Betawi, antara lain
tari topeng, cokek, kasidah, marawis, musik gambus, lenong betawi ,
tanjidor ,
gambang kromong, dan ondel-ondel yang dipentaskan di panggung terbuka setiap
hari Sabtu dan Minggu.
Salah satu danau di
Ibu Kota yang bisa dikunjungi adalah Setu Babakan. Setu Babakan terletak di Jl.
Raya Moh. Kahfi II, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dalam bahasa
Betawi, Setu berarti Danau. Setu Babakan merupakan danau buatan dengan luas
area 32 hektar, di mana airnya berasal dari sungai Ciliwung. Danau ini dibangun
pemerintah kolonial Belanda untuk menanggulangi masalah banjir di Jakarta,
sehingga selain sebagai sarana rekreasi dan cagar budaya, keberadaan Setu
Babakan juga penting karena fungsinya sebagai daerah penangkap air tanah.
Setu Babakan
merupakan salah satu lokasi wisata favorit, banyak orang yang datang dan
duduk-duduk di sisi danau untuk menikmawi suasana segar. Setu ini juga
dimanfaatkan bagi mereka yang gemar memancing. Bagi yang ingin berwisata air,
dapat memanfaatkan sepeda air. Apabila bosan dengan rekreasi air, anda bisa
menyewa delman untuk keliling kawasan Setu Babakan yang luasnya 165 hektar.
Selain menjadi tempat
wisata alam, Setu Babakan juga merupakan cagar budaya, karena danau ini menjadi
bagian dari Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, kawasan perkampungan yang
ditetapkan Pemerintah Jakarta sebagai tempat pelestarian dan pengembangan
warisan budaya asli Betawi. Di kawasan ini anda dapat melihat lingkungan
pemukiman penduduk Betawi, dengan bentuk rumah-rumah khas Betawi yang memiliki
teras luas dan bentuk atap yang unik. Sebagai pusat konservasi budaya Betawi,
di Setu Babakan sering ditampilkan atraksi pertunjukan seni asli Betawi, mulai
dari Qasidah, Marawis, Keroncong, Tajidor, Gambang Kromong, Lenong, Gambus,
serta tari Cokek, tari Topeng dan Ondel-Ondel sebagai icon budaya Betawi. Waktu
terbaik untuk berkunjung ke Setu Babakan adalah antara bulan Juni-Juli, di mana
banyak diadakan festival untuk memperingati HUT kota Jakarta.

