Selasa, 06 Mei 2014

PELESTARIAN SITU BABAKAN

TELAAH PUSTAKA


Cagar Budaya Betawi

Pada tahun 2004, Kampung Setu Babakan telah dijadikan sebagai Cagar Budaya Betawi oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Bung Yos panggilan akrab Bapak Sutiyoso. Mengapa Kampung Setu Babakan yang dijadikan cagar budaya? Masyarakat yang tinggal di sekitarnya masih mempertahankan dan melestarikan budaya dan cara hidup khas suku Betawi, mulai dari bangunan, dialek bahasa, seni tari, musik, drama, makanan khas, dan sebagainya.

Wisata Budaya Betawi

Di area wisata Kampung Setu Babakan banyak terdapat pedagang yang menjual makanan khas Betawi, seperti ketupat nyiksa, kerak telor, ketupat sayur, laksa, soto betawi, roti buaya, bir pletok , nasi uduk, kue apem, toge goring, dan masih banyak lagi lainnya.
Enggak cuma banyak jajanan aja, di Kampung Setu Babakan juga menggelar pertunjukan seni budaya Betawi, antara lain tari topeng, cokek, kasidah, marawis, musik gambus, lenong betawi , tanjidor , gambang kromong, dan ondel-ondel yang dipentaskan di panggung terbuka setiap hari Sabtu dan Minggu.
Salah satu danau di Ibu Kota yang bisa dikunjungi adalah Setu Babakan. Setu Babakan terletak di Jl. Raya Moh. Kahfi II, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dalam bahasa Betawi, Setu berarti Danau. Setu Babakan merupakan danau buatan dengan luas area 32 hektar, di mana airnya berasal dari sungai Ciliwung. Danau ini dibangun pemerintah kolonial Belanda untuk menanggulangi masalah banjir di Jakarta, sehingga selain sebagai sarana rekreasi dan cagar budaya, keberadaan Setu Babakan juga penting karena fungsinya sebagai daerah penangkap air tanah.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYh38APYn2xa9n2PvOAHkUtQDluazHF-94m6UtaKh9SMizUC2HQLuylBsVDviRcmCH_YJDb4FFB4orFHe3WxhYKzfIuCKw32WfhozCQk7ioI6md22XR7qIrERO7iuH_Q_3vaL1YQicj1Lz/s320/DSC06025.JPG

Setu Babakan merupakan salah satu lokasi wisata favorit, banyak orang yang datang dan duduk-duduk di sisi danau untuk menikmawi suasana segar. Setu ini juga dimanfaatkan bagi mereka yang gemar memancing. Bagi yang ingin berwisata air, dapat memanfaatkan sepeda air. Apabila bosan dengan rekreasi air, anda bisa menyewa delman untuk keliling kawasan Setu Babakan yang luasnya 165 hektar. 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-x3WwOjQdA1IWZsa_35_4jNdfF4pFDeWqqC-T-H11O32MhMgbFZ3PVqKTyxUviOGCVPSqKUeti1GKSYjqUVwu3RbQNm70EOJJ7b9Z-kc4sW6O21zt4EGEgYAoG2nXFjcW0XyJ7N45dmUJ/s320/DSC06016.JPG

Selain menjadi tempat wisata alam, Setu Babakan juga merupakan cagar budaya, karena danau ini menjadi bagian dari Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, kawasan perkampungan yang ditetapkan Pemerintah Jakarta sebagai tempat pelestarian dan pengembangan warisan budaya asli Betawi. Di kawasan ini anda dapat melihat lingkungan pemukiman penduduk Betawi, dengan bentuk rumah-rumah khas Betawi yang memiliki teras luas dan bentuk atap yang unik. Sebagai pusat konservasi budaya Betawi, di Setu Babakan sering ditampilkan atraksi pertunjukan seni asli Betawi, mulai dari Qasidah, Marawis, Keroncong, Tajidor, Gambang Kromong, Lenong, Gambus, serta tari Cokek, tari Topeng dan Ondel-Ondel sebagai icon budaya Betawi. Waktu terbaik untuk berkunjung ke Setu Babakan adalah antara bulan Juni-Juli, di mana banyak diadakan festival untuk memperingati HUT kota Jakarta.