Sabtu, 14 Januari 2012

Ruang Terbuka Kota PDF Print E-mail
Written by Djefry W. Dana   
Tuesday, 09 February 2010 17:17
InsulindeparkBandung, yang dahulu dikenal akan kesejukannya, terletak pada dataran tinggi yang subur berkontur dan dikelilingi oleh bukit serta pegunungan. Dengan kondisi alam yang demikian, maka tak heran dapat tumbuh beraneka-ragam tanaman, seperti yang terlihat di tepi kiri kanan jalan maupun ruang-ruang terbuka kota. Pada umumnya, suatu lingkungan yang ruang terbuka, dirancang dengan menggunakan kaidah-kaidah estetika dan memakai pola-pola geometris-simetris yang jelas, sehingga dapat membangkitkan kesan tertentu dalam benak seseorang.
 
Bandung-khususnya Bandung Utara-bangunan, lahan, serta alamnya merupakan satu kesatuan desain yang tak dapat dipisahkan, demikian pendapat Ir. Slamet Wirasonjaya MLA, ("Kalau Bandung Gundul, Ia Brutal dan Tak Manusiawi", Pikiran Rakyat, Bandung, 11 Februari 1989) seorang arsitekperancang kota mengenai konsep rancangan dan gaya yang mengikutsertakan pepohonan dan ruang terbuka ke dalam perancangan suatu kota. Ditambahkannya pula bahwa konsep perancangan Kota Bandung yang mengagumkan tersebut sangat geometris, formalistik, dan berorientasi ke alam-yang awalnya lahir dari konsep Renaisans, yang dipengaruhi juga oleh konsep-konsep Islam tentang ruang dan waktu. Secara singkat, dapat dikatakan bahwa basil rancangan Kota Bandung (Bandung Utara), yang dibangun sebelum tahun 1950an, mencerminkan perpaduan antara konsep Islam, Renaisans Romantis, dan Awal Modern.
Ada beberapa bagian  wilayah atau lingkungan Kota Bandung yang dirancang menarik, menggunakan pola geometris-simetris, dengan dilengkapi penerapan kaidah-kaidah estetika yang menyebabkan pengamat dapat merasakan adanya kesan pengalaman ruang maupun visual, misalnya kesan kelegaan, ketegangan, harapan, maupun kesan lainnya.

Contoh lingkungan kota yang dirancang untuk dapat memberikan pengalaman ruang bagi pengamatnya tersebut antara lain adalah ruang-ruang terbuka pada lingkungan sekitar Jalan Lapangan Supratman, Taman Pramuka, lingkungan Jalan Malabar-Jalan Gatot Subroto, lingkungan Jalan Sultan Tirtayasa-Jalan Ir. H. Juanda, lingkungan Jalan Patrakomala-Jalan Ermawar. Rancangan tersebut memiliki ciri khas berupa jalan yang mengelilingi rancangan ruang terbuka tersebut, sehingga tercipta pola yang jelas dan mempunyai anti. Ruang terbuka kota, seperti taman yang dirancang dan ditata dengan baik serta ditanami berbagai macam bunga, pernah mengorbitkan Kota Bandung dengan berbagai julukan yang mengharumkan, seperti Bandung Kota Kembang maupun Paris-nya Pulau Jawa.

Di samping bangunan-bangunan yang dirancang secara menarik penuh sentuhan keindahan, dirancang pula pola kota dengan mempertimbangkan kaidah serta prinsip estetika yang baik, dilengkapi dengan elemen pelengkap kota-jalan, jembatan, pedestrian -maupun elemen penghias kota-patung, monumen, air mancur-yang dipadukan sedemikian rupa. Paduan ini sebenarnya mampu menjadikan ' Kota Bandung sebagai tempat untuk mendapatkan kenikmatan visual yang nyaman dan harmonis. Ruang-ruang terbuka tersebut tidak semuanya mempunyai fungsi yang sama. Ada yang dirancang dengan fungsi sebagai taman kota, yaitu yang ditumbuhi berbagai tanaman dan dilengkapi dengan alur jalan, kolam, lampu hias, serta bangku tempat duduk, seperti yang dapat kita jumpai di Taman Maluku, Taman Ganeca, Taman Merdeka, Taman Lalu-Lintas, dan Kebun Binatang (Taman Sari).

Taman Maluku (Molukken Park)
Taman yang mulai dibangun pada tahun 1919 ini terletak di . antara Jalan Aceh, Jalan Maluku, dan Jalan Seram. Dilengkapi dengan sebuah kolam dan sungai kecil, patung, jalan-jalan setapak, bangku-bangku taman, ditambah rimbunnya pepohonan yang tumbuh di sana-antara lain pohon ki angsret
(Spathodea campanulata) dan bungur (Lagerstroemia speciosa)-membuat suasana dalam taman dan lingkungan sekitarnya terasa sejuk dan nyaman.


Taman Ganeca
Taman Ganeca dibangun pada tahun 1919 untuk mengenang jasa scorang tokoh pendiri ITB, Dr. Ir. J. W. Ijzerman, sehingga dahulu dinamai "Ijzerman Park". Taman yang berbentuk oval dan dirancang serba simetris ini terasa sangat menyatu dengan kampus ITB yang berada di depannya. Dilengkapi dengan tangga-tangga pada bagian kiri kanannya, juga bangku-bangku serta koleksi beragam pohon-antara lain bunga terompet oranye, bugenvil, pohon kelapa gading, dan angsana-taman ini mampu menciptakan suasana sejuk, segar, dan tenang. Taman Ganeca pernah mengalami beberapa kali perbaikan, namun keindahan rancangan awal taman ini hingga kini masih dapat dirasakan. Konon, pada saat Kota Bandung masih lengang, dan belum banyak gedung-gedung tinggi didirikan, dari pelataran atas taman yang berbentuk lengkung tersebut kita dapat menyaksikan keindahan untaian gunung-gunung yang membentang dari timur, selatan, ke barat, mengelilingi Kota Bandung. Saat ini, lingkungan Taman Ganeca dikenal sebagai tempat wisata berkuda yang mempunyai rute mengitari Taman Ganeca dan sekitarnya. Karena lokasinya yang berdekatan dengan Kebun Binatang, pada hari-hari libur taman ini selalu ramai dikunjungi para warga kota yang ingin menikmati segarnya alam terbuka.

Taman Lalu Lintas

Taman Lalu-Lintas, yang dahulu dikenal sebagai "Insulinde Park", terletak di antara Jalan Aceh, Jalan Kalimantan, dan Jalan Sumatera. Taman ini dapat dikatakan sebagai taman kota yang bersifat rekreatif-edukatif untuk seluruh keluarga.
Koleksi pepohonan yang nampaknya sudah cukup' umur, antara lain pohon kenari, ki hujan, ki angsret, angsana, dan palem raja-yang menyebar menaungi seluruh taman dan jalan-jalan di sekitarnya-menjadikan lingkungan Taman Lalu-Lintas ini terasa sejuk. Berbagai sarana rekreasi yang ditujukan untuk anak yang ada di sana menyebabkan manfaat ruang terbuka ini semakin terasa. Bentuk tamannya sendiri sebenarnya sederhana saja, namun kehadirannya di tengah kota mampu meredam panasnya terik matahari maupun hiruk-pikuk dan semrawutnya kegiatan di dalam kota.


Taman Merdeka (Pieter's Park)
Taman Merdeka merupakan taman yang pertama dibangun di Kota Bandung pada tahun 1885, untuk mengenang Pieter Sijthof, asisten residen Bandung, yang juga dianggap berjasa dalam pembangunan Kota Bandung pada masa itu. Taman
yang terletak di depan Gedung Balai Kotamadya Bandung ini seolah-olah melengkapi dan menunjang keberadaan serta penampilan kompleks Balai Kota tersebut. Taman Merdeka juga dilengkapi dengan sebuah gazebo, patung badak putih, alur jalan kaki, bangku-bangku taman, lampu-lampu hias, serta sekumpulan pepohonan yang rindang seperti ki hujan (Saman easamman), ki angsret, johar, damar (Agathis alba), bubundelan (Cassia fistula), tanjung (Mimusops elengt), bungur, dan cemara laut (Casuarina). Kehadiran taman ini beserta pohon-pohon tersebut di daerah pusat pemerintahan Kotamadya Bandung, dirasakan dapat memperhalus suasana visual lingkungan sekitarnya.

Kebun Binatang (Taman Sari)
Dibangun pada tahun 1931, dahulu Taman Sari merupakan taman yang dapat mencerminkan taman-tropis khas Indonesia. Dengan memanfaatkan lahan yang berkgtur serta rancangan taman yang disesuaikan dengan kgdisi fisik alamnya, serta ditumbuhi berbagai pohon pelindung maupun tanaman-tanaman lainnya, taman ini mampu menciptakan suasana yang sejuk, asri, apik din alami. Taman yang terletak di sebelah barat kampus ITB ini, sekarang sebagian lahannya digunakan untuk Kebun Binatang dan Pusat Reaktor Atom Bandung. Apabila melintasi Jalan Taman Sari, kita masih dapat .merasakan kenyamanan dan kesejukan lingkungannya yang sesekali ditingkahi derik, lengking serangga, maupun binatang kecil lainnya.

Selain bentuk taman seperti di atas, ada pula ruang terbuka yang dirancang berupa lapangan rumput dengan atau tanpa pohon pelindung di tepinya. Biasanya, ruang terbuka ini terletak pada daerah permukiman dan dapat digunakan untuk berbagai kegiatan, seperti olahraga, pramuka, dan arena bermain. Ruang terbuka seperti ini dapat kita temui di Taman Pramuka, Taman Supratman, Lapangan Titimplik, Lapangan Gazibu, Alun-alun, Tegallega, Lapangan Saparua, dan beberapa lapangan lainnya. Ruang terbuka yang dapat juga dirancang sebagai jalur hijau-kota, umumnya berbentuk memanjang dengan sungai kecil di tengahnya dan ditumbuhi tanaman-tanaman besar pada kedua sisinya, sehingga tercipta suasana teduh dan nyaman. Suasana demikian masih dapat kita nikmati di Taman Cilaki dan Taman Cibeunying, yang memanjang liner serta ditumbuhi dengan pohon-pohon besar.
 
Sumber: Ciri Perancangan Kota Bandung oleh Djefry W. Dana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar