Sabtu, 21 April 2012


 RANGKUMAN BAB 2

WAWASAN NUSANTARA



A.         LATAR BELAKANG dan PENGERTIAN
Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara keanekaragaman (pendapat, kepercayaan, hubungan, dsb) memerlukan suatu perekat agar bangsa yang  bersangkutan dapat bersatu guna memelihara keutuhan negaranya.
Kata wawasan berasal dari bahasa Jawa yaitu wawas (mawas)
yang artinya melihat atau memandang, jadi kata wawasan dapat diartikan cara pandang atau cara melihat.
Kehidupan negara senantiasa  dipengaruhi perkembangan lingkungan  strategik   sehinga   wawasan   harus  mampu   memberi inspirasi pada suatu bangsa dalam menghadapi berbagai hambatan dan tantangan yang ditimbulkan dalam mengejar kejayaanya.
Dalam mewujudkan aspirasi dan perjuangan ada tiga faktor penentu utama yang harus diperhatikan oleh suatu bangsa :
1. Bumi/ruang dimana bangsa itu hidup
2. Jiwa, tekad dan semangat manusia I rakyat
3. Lingkungan

Wawasan Nasional adalah cara pandang suatu bangsa yang telah menegara tentang diridan lingkungannya dalam eksistensinya yang serba terhubung (interaksi & interelasi} serta pembangunannya di dalam  bernegara di tengah-tengah lingkungannya baik nasional, regional, maupun global.

B.         LANDASAN WAWASAN NASIONAL
Wawasan nasional dibentuk dan dijiwai oleh paham kekuasaan dan geopolitik yang dianut oleh negara yang bersangkutan.


1. Paham-paham kekuasaan a. Machiavelli (abad XVII)
b. Napoleon Bonaparte (abad XVIII}
c. JendralClausewitz (abad XVIII)
d. Fuerback dan Hegel (abad XVII)
e.Lenin (abad XIX)
f. Sidney Lucian W. Pye dan
2. Teori-teori geopolitik (ilmu bumi politik)
Geopolitik adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala politik dari aspek geografi. Teori ini banyak dikemukakan oleh para sarjana seperti:


a. Federich Ratzel
1. Pertumbuhan  negara  dapat  dianalogikan  (disamakan/mirip) dengan             pertumbuhan   organisme   (makhluk   hidup)   yang memerlukan ruang hidup, melalui proses lahir, tumbuh, berkembang,                   mempertahankan   hidup   tetapi   dapat  juga menyusut dan mati.


2. Negara  identik  dengan  suatu  ruang  yang  ditempati  oleh kelompok politik dalam arti kekuatan. Makin luas potensi ruang rnakin memungkinkan kelompok politik itu tumbuh (teori ruang).


3. Suatu   bangsa   dalam   mempertahankan  kelangsungan hidupnya tidak terlepas dari hukum alam. Hanya bangsa yang unggul yang dapat bertahan hidup terus dan langgeng.


4. Semakin  tinggi  budaya  bangsa  semakin  besar  kebutuhan atau dukungan  sumber daya alam. Apabila  tidak terpenuhi maka bangsa tsb akan mencari pemenuhan kebutuhan kekayaan alam di luarwilayahnya (ekspansi).
Apabila ruang hidup negara (wilayah) sudah tidak mencukupi, maka dapat diperluas dengan mengubah batas negara baik secara damai maupun dengan kekerasan/perang. Ajaran Ratzel menimbulkan dua aliran :
-                         menitik beratkan kekuatan darat
-                         menitik beratkan kekuatan laut


geografi di satu pihak, dengan tuntutan perkembangan atau pertumbuhan negara yang dianalogikan dengan organisme (kehidupan biologi) di lain pihak.


b.  Rudolf Kjellen
1. Negara sebagai satuan biologi, suatu organisme hidup.
Untuk mencapai tujuan negara, hanya dimungkinkan dengan jalan memperoleh ruang (wilayah) yang cukup luas agar memungkinkan pengembangan secara bebas kemampuan dan kekuatan rakyatnya.
2. Negara  merupakan  suatu sistem  politik/pemerintahan
yang meliputi bidang-bidang: geopolitik, ekonomi politik, demopolitik, sosialpolitik dan kratopolitik.
3. Negara  tidak    harus    bergantung  pada   sumber
pembekalan luar, tetapi harus mampu swasembada serta memanfaatkan kemajuan kebudayaan dan teknologi untuk meningkatkan kekuatan nasional.


c. Karl Haushofer
Pandangan Karl Haushofer ini berkembang di Jerman di bawah kekuasan Adolf Hitler, juga dikembangkan ke Jepang dalam ajaran Hako lchiu yang dilandasi oleh semangat militerisme dan fasisme. Pokok-pokok teori Haushofer ini pada dasarnya menganut teori Kjellen, yaitu sebagai berikut:
1. Kekuasan imperium daratan yang kompak akan dapat mengejar kekuasan imperium maritim untuk menguasai pengawasan di laut.
2. Negara besar didunia akan timbul dan akan menguasai
Eropa, Afrika, dan Asia barat (Jerman dan ltalia) serta
Jepang di Asia timur raya.
3. Geopolitik  adalah   doktrin   negara  yang   menitik beratkan  pada  soal  strategi  perbatasan.  Geopolitik

adalah landasan bagi tindakan politik dalam perjuangan kelangsungan hidup untuk mendapatkan ruang hidup (wilayah)


d. Sir Halford Mackinder (konsep wawasan benua)
Teori ahli Geopolitik ini menganut  "konsep kekuatan". Ia mencetuskan wawasan benua yaitu konsep kekuatan di darat. Ajarannya menyatakan ; barang siapa dapat mengusai "daerah jantung", yaitu Eropa dan Asia, akan dapat menguasai "pulau dunia" yaitu Eropa, Asia, Afrika dan akhirnya dapat mengusai dunia.


e. Sir Walter Raleigh dan Alferd Thyer Mahan (konsep  wawasan bahari)
Barang   siapa    menguasai  lautan    akan   menguasai
"perdagangan".                       Menguasai   perdagangan   berarti   menguasai
"kekayaan dunia" sehinga pada akhirnya menguasaidunia.


f. W.Mitchel,  A.Seversky,  Giulio   Douhet,  J.F.C.Fuller                   (konsep wawasan dirgantara)
Kekuatan di udarajustru yang paling menentukan. Kekuatan di udara mempunyai daya tangkis terhadap ancaman dan dapat melumpuhkan kekuatan lawan dengan penghancuran di kandang lawan itu sendiri agartidakmampu lagi bergerakmenyerang.


g. Nicholas J. Spykman
Teori daerah batas (rimland) yaitu teori wawasan kombinasi, yang menggabungkan kekuatan darat, laut, udara dan dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan keperluan dan kondisi suatu negara.

c. WAWASAN NASIONALINDONESIA


Wawasan  nasional Indonesia  dikembangkan berdasarkan wawasan nasionaIsecara universal sehingga dibentuk dan dijiwai oleh paham kekuasaan dan geopolitik yang dipakai negara Indonesia.
a. Paham kekuasaan Indonesia
Bangsa Indonesia yang berfalsafah dan berideologi Pancasila menganut paham tentang perang dan damai berdasarkan : "Bangsa Indonesia cinta damai, akan tetapi lebih cinta kemerdekaan".



b. Geopolitik Indonesia
Indonesia menganut paham negara kepulauan berdasar ARCHIPELAGO CONCEPT yaitu laut sebagai penghubung daratan sehingga wilayah negara menjadi satu kesatuan yang utuh sebagaiTanahAir dan inidisebut negara kepulauan.
c. Dasar pemikiran wawasan nasionallndonesia
Bangsa Indonesia dalam menentukan wawasan nasional mengembangkan dari kondisi nyata. Indonesia dibentuk dan dijiwai oleh pemahaman kekuasan dari bangsa Indonesia yang terdiri  dari  Jatar belakang  sosial  budaya  dan  kesejarahan Indonesia.
Untuk itu pembahasan latar belakang filosofi sebagai dasar pemikiran dan pembinaan nasional lndonesia ditinjau dari:


1. Pemikiran berdasarkan falsafah Pancasila

2. Pemikiran berdasarkan aspek kewilayahan
Deklarasi Ojuanda yang isinya:
a.Segala perairan di sekitar, di antara dan yang menghubungkan pulau-pulau yang termasuk negara Indonesia dengan     tidak memandang luas/lebarnya adalah bagian-bagian yang wajar sebagai wilayah daratan Indonesia.
b.Lalu-lintas yang damai di perairan pedalaman bagi kapal-kapal asing             dijamin   selama   dan   sekadar   tidak   bertentangan/ mengganggu kedaulatan dan keselamatan negara Indonesia.
c. Batas  laut  teritorial    adalah  12  mil    diukur  dari  garis  yang menghubungkan titik-titik ujung yang terluar pada pulau-pulau negara Indonesia.


Sebagai negara kepulauan yang wilayah perairan lautnya lebih luas dari pada wilayah daratannya, maka peranan wilayah laut menjadi sangat penting bagi kehidupan bangsa dan negara.
Luas wilayah Indonesia sekitar 5.176.800 km2. lni berarti luas wilayah laut Indonesia lebih dari dua setengah kali luas daratannya. Sesuai dengan Hukum Laut lnternasional yang telah disepakati oleh PBB tahun 1982. Wilayah perairan laut Indonesia dapat dibedakan tiga macam, yaitu zona Laut Teritorial, zona Landas kontinen, dan zona Ekonomi Eksklusif.
a.Zona Laut Teritorial
Batas laut Teritorial ialah garis khayal yang berjarak 12 millaut dari garis dasar ke arah laut lepas.
b. Zona Landas Kontinen
Landas Kontinen ialah dasar laut yang secara geologis maupun morfologi merupakan lanjutan dari sebuah kontinen (benua). Kedalaman lautnya kurang dari 150 meter.
c. Zona EkonomiEksklusif (ZEE)
Zona Ekonomi Eksklusif adalah jalur Iaut selebar 200 millaut ke arah laut terbuka diukur dari garis dasar. Di dalam zona  ekonomi eksklusif ini, Indonesia mendapat kesempatan pertama dalam memanfaatkan sumber daya laut.
Melalui Konfrensi PBB tentang Hukum Laut lnternasional ke-3 tahun 1982, pokok-pokok negara kepulauan berdasarkan Archipelago Concept negara Indonesia diakui dan dicantumkan dalam UNCLOS 1982 (United Nation Convention  on the Law of the Sea) atau konvensi PBB tentang Hukum Laut.
Indonesia meratifikasi Unclos 1982 melalui UU No.17 th.1985 dan sejak 16 Nopember 1993 Unclos 1982 telah diratifikasi oleh
60 negara sehingga menjadi hukum positif (hukum yang sedang berlaku di masing-masing negara).
Berlakunya UNCLOS 1982 berpengaruh dalam upaya pemanfaatan laut bagi kepentingan kesejahteraan seperti bertambah luas ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) dan Landas Kontinen Indonesia.
Perjuangan tentang kewilayahan dilanjutkan untuk menegakkan kedaulatan dirgantara yakni wilayah Indonesia secara vertikal terutama dalam memanfaatkan wilayah Geo Stationery Orbit (GSO) untuk kepentingan ekonomi dan pertahanan keamanan.
Ruang udara adalah ruang yang terletak diatas ruang daratan
dan atau ruang lautan sekitar wilayah negara dan melekat pada bumi di mana suatu negara mempunyai hak yurisdiksi. Ruang daratan, ruang lautan dan ruang udara merupakan satu kesatuan ruang yang tidak dapat dipisah-pisahkan.
Sebagian besar negara di dunia, termasuk Indonesia, telah meratifikasi Konvensi Geneva 1944 (Convention on International Civil Aviation) sehingga kita menganut pemahaman bahwa setiap negara memiliki kedaulatan yang lengkap dan eksklusif terhadap ruang udara di atas wilayahnya, dan tidak dikenal adanya hak lintas damai. Jadi tidak satu pun pesawat udara asing diperbolehkan melalui ruang udara nasional suatu negara tanpa izin negara yang bersangkutan.
3. Pemikiran berdasarkanAspek Sosial Budaya
Budaya/kebudayaan secara etimologis adalah segala sesuatu yang dihasilkan oleh kekuatan budi manusia. Kebudayaan diungkapkan sebagai cita, rasa dan karsa (budi, perasaan, dan kehendak).
Sosial   budaya   adalah  faktor   dinamik                               masyarakat  yang
terbentuk oleh keseluruhan pola tingkah laku lahir batin yang memungkinkan hubungan sosial diantara anggota-anggotanya.
Secara universal kebudayaan masyarakat yang heterogen mempunyai unsur-unsur yang sama:
-  sistem religi dan upacara keagamaan sistem masyarakat dan organisasikemasyarakatan
-  sistem pengetahuan
-                           bahasa
-                           keserasian
-  sistem mata pencaharian
-                          sistem teknologi dan peralatan

Proses sosial  tersebut  mengharuskan setiap  kelompok masyarakat budaya untuk saling membuka diri, memahami eksistensi budaya masing-masing serta mau menerima dan memberi.
4. Pemikiran berdasarkan aspek kesejarahan

D.         Pengertian Wawasan Nusantara
1.                  Prof.Dr. Wan Usman
Wawasan Nusantara adalah  cara  pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah  airnya sebagai negara kepulauan dengan
semua aspek kehidupan yang beragam.
2.  Kelompok kerja LEMHANAS 1999
Wawasan Nusantara adalah  cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang  serba  beragam dan  bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan  bernegara untuk mencapai tujuan nasional.
Sedangkan pengertian yang digunakan sebagai acuan  pokok ajaran  dasar  Wawasan Nusantara sebagai geopolitik Indonesia adalah: cara  pandang dan  sikap  bangsa Indonesia mengenai diri dan  lingkungannya yang serba  beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan  kesatuan wilayah dengan tetap  menghargai dan  menghormati kebhinekaan  dalam   setiap aspek kehidupan nasional untuk mencapai tujuan nasional.
E.         UnsurDasarWawasan Nusantara
1.  Wadah (Contour)

Wadah  kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan  bernegara meliputi  seluruh  wilayah  Indonesia  yang  memiliki  sifat serba nusantara dengan kekayaan alam dan penduduk serta aneka ragam budaya.
2. lsi (Content)
Adalah aspirasi bangsa yang berkembang di masyarakat dan cita-cita serta tujuan nasional yang terdapat dalam  Pembukaan UUD 1945. Untuk mencapai aspirasi yang berkembang di masyarakat maupun cita-cita dan tujuan nasional seperti tersebut di atas bangsa Indonesia harus mampu menciptakan persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan dalam kehidupan nasional yang berupa politik, ekonomi, sosial budaya dan hankam. lsi menyangkut dua hal, pertama realisasi aspirasi bangsa sebagai kesepakatan bersama dan perwujudannya, pencapaian cita-cita dan tujuan nasional    persatuan, kedua persatuan dan kesatuan dalam kebinekaan yang meliputi semua aspek kehidupan nasional.


3. Tata laku (Conduct)
Hasil interaksi antara wadah dan isi wasantara yang terdiri dari :
-  Tata  laku  batiniah  yaitu  mencerminkan  jiwa,  semangat  dan mentalitas yang baik dari bangsa Indonesia.
-  Tata laku lahiriah yaitu tercermin dalam tindakan, perbuatan dan
perilaku dari bangsa Indonesia.
F.        HakekatWawasan Nusantara
Adalah keutuhan nusantara/nasional, dalam pengertian : cara pandang yang selalu utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara dan demi kepentingan nasional.

G.       Asas Wawasan Nusantara
Merupakan ketentuan-ketentuan dasar yang harus dipatuhi, ditaati, dipelihara dan diciptakan agar terwujud demi tetap taat dan setianya komponen/unsur pembentuk bangsa Indonesia (suku/golongan) terhadap kesepakatan (commitment)  bersama. Asas wasantara terdiri dari:
1. Kepentinganffujuan yang sarna
2.  Keadilan
3.  Kejujuran
4.  Solidaritas
5.  Kerjasama
6.  Kesetiaan terhadap kesepakatan


Dengan latar belakang budaya, sejarah serta kondisi dan konstelasi geografi serta memperhatikan perkembangan lingkungan strategis, maka arah pandang wawasan nusantara meliputi :
1.  Kedalam
Bangsa Indonesia harus peka dan berusaha mencegah dan mengatasi sedini mungkin faktor-faktor penyebab timbulnya disintegrasi bangsa dan mengupayakan tetap terbina dan terpeliharanya persatuan dan kesatuan.
Tujuannya adalah menjamin terwujudnya  persatuan kesatuan
segenap aspek kehidupan nasional baik aspek alamiah maupun aspek sosial.
2. Keluar
Bangsa Indonesia dalam semua aspek kehidupan intemasional harus berusaha untuk mengamankan kepentingan nasional dalam

semua  aspek  kehidupan  baik  politik,  ekonomi,  sosial  budaya, pertahanan keamanan demitercapainya tujuan nasional.
Tujuannya adalah menjamin kepentingan nasional dalam dunia yang serba berubah dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia.
H.        Kedudukan Wawasan Nusantara
Wawasan Nusantara merupakan ajaran yang  diyakini kebenarannya oleh seluruh rakyat dengan tujuan agar tidak terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam rangka mencapai dan mewujudkan tujuan nasional.
I.           lmplementasi Wawasan Nusantara
Penerapan Wawasan Nusantara harus tercermin pada pola pikir, pola sikap dan pola tindak yang senantiasa mendahulukan kepentingan negara.
a. lmplementasi dalam kehidupan politik, adalah menciptakan iklim
penyelenggaraan negara yang sehat dan dinamis,  mewujudkan pemerintahan yang kuat, aspiratif, dipercaya.
b. lmplementasi dalam  kehidupan  ekonomi,  adalah  menciptakan
tatanan ekonomi yang benar-benar menjamin pemenuhan dan peningkatan  kesejahteraan  dan kemakmuran rakyat secara merata dan adil.
c. lmplementasi  dalam                     kehidupan  sosial      budaya,    adalah
menciptakan sikap  batiniah  dan  lahiriah  yang  mengakui, menerima  dan menghormati  segala bentuk  perbedaan sebagai kenyataan yang hidup di sekitarnya dan merupakan karunia Sang Pencipta.
d.lmplementasi dalam kehidupan  pertahanan  keamanan, adalah menumbuhkan kesadaran  cinta tanah air dan membentuk  sikap bela negara pada setiap WNI.


Sosialisasi Wawasan Nusantara
1. Menurut sifaU cara penyampaian :
a.  Langsung                                ceramah,diskusi,tatap muka b. Tidak langsung   media massa
2. Menurut metode penyampaian:
a.  Ketauladanan b.  Edukasi
c.  Komunikasi d.  Integrasi

Tantangan lmplementasi Wasantara:
1. Pemberdayaan Masyarakat

2. Dunia Tanpa Batas
a. Perkembangan IPTEK
b. Kenichi Omahe dalam bukunya "Borderless Word" dan "The End
of Nation State"
3. Era Baru Kapitalisme a. Sloan dan Zureker

b. LesterThurow
Dalam bukunya "The Future of Capitalism" menyatakan: untuk dapat bertahan dalam era baru kapitalisme harus membuat strategi baru yaitu keseimbangan (balance)  antara paham individu dan paham sosialis. Di era baru kapitalisme, negara­ negara kapitalis dalam rangka mempertahankan eksistensinya di bidang ekonomi menekan negara-negara berkembang dengan menggunakan isu-isu global yaitu demokrasi, hak asasi manusia, dan lingkungan hidup.
4. Kesadaran Warga Negara
a. Pandangan Indonesia tentang Hak dan Kewajiban

Manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama. Hak dan kewajiban dapat dibedakan namun tidak dapat dipisahkan.
b. Kesadaran bela negara
Dalam mengisi kemerdekaan perjuangan yang dilakukan adalah perjuangan non fisik untuk memerangi keterbelakangan, kemiskinan, kesenjangan sosial, memberantas KKN, menguasai lptek, meningkatkan kualitas SDM, transparan dan memelihara persatuan.
Dalam perjuangan non fisik, kesadaran bela negara mengalami penurunan yang tajam  dibandingkan pada perjuangan fisik.


Prospek lmplementasi Wawasan Nusantara

Berdasarkan beberapa teori mengemukakan pandangan global sebagai berikut:


1. Global Paradox menyatakan negara harus mampu memberikan peranan sebesar-besarnya kepada rakyatnya.
2. Borderless World dan The End of Nation State menyatakan batas
wilayah  geografi  relatif  tetap,  tetapi  kekuatan  ekonomi  dan budaya global akan menembus batas tersebut. Pemerintah daerah perlu diberi peranan lebih berarti.
3. The Future  of Capitalism  menyatakan strategi baru kapitalisme
adalah                        mengupayakan   keseimbangan   antara   kepentingan individu dengan masyarakat serta antara negara maju dengan negara berkembang.
4. Building  Win  Win  World  (Henderson)  menyatakan  perlu  ada perubahan nuansa perang ekonomi, menjadikan masyarakat dunia yang lebih bekerjasama, memanfaatkan teknologi yang bersih lingkungan serta pemerintahan yang demokratis.
5. The  Second  Curve  (lan Morison) menyatakan dalam era baru

Keberhasilan lmplementasi Wasantara

Diperlukan kesadaran WNI untuk:
1. Mengerti, memahami, menghayati tentang hak dan kewajiban warganegara serta hubungan warganegara dengan negara, sehingga sadar sebagai bangsa Indonesia.
2. Mengerti, memahami, menghayati tentang bangsa yang telah
menegara,  bahwa dalam menyelenggarakan kehidupan memerlukan konsepsi wawasan nusantara sehingga sadar sebagai warga negara yang memiliki cara pandang.


Agar kedua hal dapat terwujud, diperlukan sosialisasi dengan program yang teratur, terjadwal dan terarah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar